Lombok Timur suararinjani.com – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur melalui Kepala Bidang ( Kabid) Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner drh. Hultatang memastikan kebutuhan sapi ternak baik untuk kurban maupun sapi potong jelang Idul Adha tetap terpenuhi.
Meskipun seperti ditahun tahun sebelumnya akan terjadi peningkatan permintaan hewan kurban dibandingkan dengan hari – hari biasa.
“Kalau dilihat dari jumlah ketersediaan ternak terutama sapi atau kerbau, kami pastikan kebutuhan Idul Adha dan sapi potong terpenuhi. InsyaAllah untuk kurban tahun ini kita surplus, cuman yang menjadi pertanyaan daya beli masyarakat karena di pasar hewan sekali masuk saja bisa sampai 1.000 sapi”, beber drh.Hultatang kepada Suara Rinjani, pada Kamis, (02/05).
Masih kata Kabid Keswan dan Mavet, saat ini populasi sapi ternak di Lombok Timur mencapai angka sekitar 150 ribu yang didominasi oleh Sapi Bali. Sementara itu, khusus untuk sapi ternak yang berpotensi dijadikan sebagai hewan kurban pada musim Haji nanti diperkirakan akan terpotong sekitar 25 persen dari jumlah ketersediaan. Dengan asumsi perhitungan jumlah sapi yang dipotong sekitar 3.000 lebih per bulannya.
“PMK sudah mulai mereda, dan tidak zoonosis, Alhamdulillah kita siap untuk menyambut hari raya korban, karena sebagian besar juga ternak kita terutama sapi sudah divaksin. Masyarakat juga sebagai penyelenggara kurban sudah paham cara memilih sapi sehat,” sebutnya.
Ia menyebut selama ini kebutuhan yang dapat dipenuhi tidak hanya dari Lombok Timur saja. Namun juga kebutuhan hewan untuk seluruh Pulau Lombok seperti Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat dan juga Lombok Utara.
“Kami melihat pergerakan sapi kurban bisanya H – 3 lebaran Idul Adha kami biasanya menyuplai kebutuhan hewan kurban sampai 70 persen untuk di luar Lombok Timur”, imbuhnya.
Tingginya permintaan sapi ternak tentunya akan berimbas pada harga jual, oleh sebab itu ia mengimbau para peternak tidak terlalu cepat menjual sapinya. Sebab, puncak kenaikan harga sapi akan terjadi menjelang pemberangkatan haji dan H-1 Idul Adha. Kebutuhan sapi dipastikan akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya.
“Disnakeswan pasti akan turun ke lapangan untuk menghimbau peternak sapi agar menjual sapinya di saat harganya naik”, ujarnya.
Terkait kondisi kesehatan hewan kurban, pihaknya juga akan langsung melakukan kroscek ke tempat tempat penyembelihan hewan Kurban seperti kebiasaan tahun tahun sebelumnya. Guna memastikan hewan yang di Kurban dagingnya benar benar sehat dan layak dikonsumsi.
“InsyaAllah untuk kurban tahun ini kita surplus, cuman yang menjadi pertanyaan saya beli karena di pasar hewan sekali masuk saja bisa sampai 1.000 sapi. Cuman, yang kami antisipasi infeksi dari hatinya untuk cacing Fasciola SP dan Antraks disamping fokus pada limpanya apakah ada radang atau tidak,” tutupnya.(Yat)