Perpustakaan Lombok Timur Tingkatkan Layanan Literasi ke Desa Terpencil

Perpustakaan Lombok Timur Tingkatkan Layanan Literasi ke Desa Terpencil

Lombok Timur suararinjani.com – Dinas Perpustakaan Kabupaten Lombok Timur meluncurkan berbagai inovasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat yang masih tergolong rendah. Saat ini, kunjungan harian ke perpustakaan daerah berkisar 50–80 orang per hari.

Menyikapi hal itu, Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Timur meluncurkan berbagai inovasi mulai dari penambahan layanan hari kerja penuh, perpustakaan keliling hingga program literasi berbasis desa termasuk menyasar desa-desa terpencil.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Timur, Dr. Mugni, mengatakan pihaknya memperluas layanan dengan pendekatan aktif ke masyarakat, khususnya generasi muda dan masyarakat desa.

“Program literasi berbasis desa dijalankan dengan melibatkan sekolah, perguruan tinggi, komunitas literasi, serta masyarakat umum melalui kegiatan magang dan kemah literasi,” tandasnya, Senin (08/09).

Katanya, sejumlah langkah diterapkan sejak Juli 2025, di antaranya perpanjangan jam layanan perpustakaan menjadi enam hari kerja dalam sepekan, dari pukul 07.30 hingga 17.00 WITA. Selain itu, perpustakaan keliling dengan dua armada mobil mendatangi sekolah-sekolah setiap hari, kecuali hari libur.

“Setiap kunjungan berlangsung tiga jam agar siswa dari berbagai jenjang mendapat kesempatan membaca,” ujarnya.

Perpustakaan Lombok Timur saat ini, memiliki sekitar 26.000 judul buku dengan total 46.000 eksemplar. Tahun ini, ditargetkan penambahan 800 judul dengan 4.000 eksemplar buku baru. Selain itu, sejumlah pojok baca dibuka di rumah sakit, kantor pelayanan publik, hingga destinasi wisata untuk mendukung literasi sekaligus pariwisata daerah.

“Kita sedang merintis pojok baca di destinasi wisata, harapannya orang yang datang berwisata bukan hanya datang untuk mandi atau menikmati pemandangan alam tapi juga bisa membaca buku dilokasi,”  ungkapnya.

Tahun 2025, Dinas Perpustakaan Lombok Timur juga mengusulkan bantuan buku untuk 54 institusi, termasuk taman bacaan masyarakat (TBM) dan perpustakaan desa.

“Fokusnya adalah desa miskin ekstrem dengan target pembentukan lembaga perpustakaan desa sebagai upaya mendukung pengentasan kemiskinan melalui literasi,” tutup Dr Mugni. (Hum)

Bagikan Berita

Share this post