PETIR IX Resmi Digelar Mahapanji NW Lombok Timur

PETIR IX Resmi Digelar Mahapanji NW Lombok Timur

Lombok Timur suararinjani.com – Mahasiswa Pencinta Alam Rinjani Nahdlatul Wathan (MAHAPANJI NW) Lombok Timur melaksanakan Pendidikan Tingkat Dasar (PETIR) Pencinta Alam IX di Auditorium Ummuna Siti Raihanun ZAM, Kampus IAIH NW Lotim Anjani, pada Senin, (01/12).

Kegiatan ini menjadi momen penting dalam melahirkan kader pecinta alam yang disiplin, sigap, dan memiliki kepedulian ekologis yang tinggi. Tahun ini, PETIR ke IX mengusung tema: “Satu Jiwa dalam Solidaritas, Satu Tujuan untuk Kelestarian Alam.”

Tema tersebut mencerminkan komitmen organisasi untuk memperkuat solidaritas sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga alam.

Acara pembukaan dihadiri dewan pendiri, para senior, para tamu undangan OKP, OPA, KPA dan Mapala, serta peserta PETIR IX. Suasana kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan dan kekompakan sebagai ciri khas MAHAPANJI NW Lombok Timur.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Rudi Hartono menegaskan bahwa PETIR merupakan tahapan dasar yang membentuk karakter peserta melalui materi etika pecinta alam, navigasi darat, survival, konservasi lingkungan, P3K, dan manajemen perjalanan.

“PETIR adalah wadah pembentukan mental, karakter, dan kepedulian lingkungan. Solidaritas menjadi fondasi utama pendidikan ini,” ujarnya.

Ketua Umum,  MAHAPANJI NW, Hatmi Sulaiman, menyampaikan agar peserta menjaga disiplin dan kekompakan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Tetap solid, patuhi instruksi, dan jaga nama baik organisasi. Solidaritas kita adalah identitas dan kekuatan kita,” tegasnya.

Dewan Pendiri MAHAPANJI NW Lombok Timur, Muhammad Hatta, dalam sambutan mengingatkan para peserta mengenai ancaman serius deforestasi yang menjadi salah satu penyebab meningkatnya berbagai bencana alam akhir-akhir ini.

“Kita sedang menghadapi ancaman besar bernama deforestasi. Hutan ditebang, lingkungan rusak, dan akibatnya kita menyaksikan banjir, longsor, hingga kekeringan di berbagai wilayah belakangan ini. Sebagai pecinta alam, kalian harus menjadi garda terdepan menjaga kelestarian lingkungan,” pesannya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa PETIR merupakan gerbang awal untuk memahami dunia kepencintaalaman yang menuntut etika, disiplin, dan dedikasi tinggi.

Setelah sambutan, Pembukaan PETIR ke IX resmi dilakukan oleh Dewan Pendiri melalui simbol pemotongan pita, yang menandai dimulainya seluruh rangkaian kegiatan pendidikan. Pemotongan pita menjadi tanda kuatnya tekad kolektif untuk merawat alam dan memperkuat solidaritas organisasi.

Selama PETIR berlangsung, peserta akan mendapatkan materi intensif seperti pengenalan organisasi, navigasi darat, P3K, survival, manajemen perjalanan, konservasi lingkungan, dan teknik dasar mountaineering yang dibimbing oleh instruktur berpengalaman.

Dengan terlaksananya pembukaan PETIR ke IX ini, MAHAPANJI NW Lombok Timur berharap tercetaknya kader-kader baru yang solid, berintegritas, serta siap mengabdikan diri dalam upaya pelestarian alam dan menjaga nama besar organisasi. (hat)

Bagikan Berita

Share this post