Lombok Timur suararinjani.com – Pengurus Besar nahdlatul Wathan (PBNW) terus menjaga tradisi baik yang ditinggalkan Pendiri organisasi NW almagfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, semasa hayatnya yaitu pengijazahan doa ujian bagi santri NW yang akan menamatkan pendidikan pada setiap jenjang.
Pengijazahan doa ujian ini dikhsususkan bagi santri/siswa yang berada di kelas akhir pada jenjang madrasah ibtidaiyah atau sederajat, madrsah tsanawiyah (MTs) atau sederajat dan madrasah aliyah (MA) atau sederajat yang dipusatkan di Yayasan Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani.
Seperti tahun-tahun sebelumnya penerimaan doa ujian dilakukan secara bertahap, yaitu tanggal 4 Februari santri dari Lombok Timur, tanggal 5 Februari santri Lombok Tengah dan tanggal 6 Februari santri dari Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara dan luar Pulau Lombok melalui zoom.
“Total jumlah santri NW yang menerima doa ujian pada tahun pelajaran 2024-2025 ini mencapai 18.209 santri dari pulau Lombok dan luar daerah,” kata kata Ketua panitia, Iwan Saputra dalam laporannya, pada Kamis (06/02).
Adapu rinciannya lanjutnya, pada tanggal 4 Februari 2025, jumlah santri NW yang menerima doa ujian sebanyak 8.700 orang dengan rincian Pengijazahan MI/SD NW sebanyak 1.529 santri, MTs/SMP NW sebanyak 4.221 santri, dan MA/SMA/SMK/MAK sebanyak 2.950 santri khsusus Kabupaten Lombok Timur. Pada tanggal 5 Februari untuk santri NW se Kab Lombok Tengah, sejumlah 6.423 santri, dengan rincian MI/SD NW 1.382 santri, MTs/SMP NW 3.315 santri dan MA/SMA/SMK/MAK 1.726 santri. Kemudian tanggal 6 Februari santri NW se Kab Lombok Barat, KLU, Kota Mataram dan luar daerah sejumlah 3.086 santri, dengan rincian MI/SD NW 588 santri, MTs/SMP NW 1.680 santri dam MA/SMA/SMK/MAK 818 santri.
Sebelum diijazahkan, para santri mendapatkan penjelaskan tentang mekanisme maupun tata cara dalam mengamalkan doa ujian yang disampaikan TGH L Anas Hasyri dan Masyaikh Ma’had lainnya secara bergantian.
Dalam irsyadatnya, Ketua Umum PBNW DR. TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, mengingatkan kepada para santri untuk terus bersyukur atas nikmat Allah SWT yang diberikan kepada kita. Oleh karenanya, dalam pengijazahan doa ujian ini kita harus melatih kesabaran dalam kondisi apapun. Jangan lupa terus amalkan doa ujian yang diijazahkan demi meraih kesuksesan dalam belajar.
“Kita harus ikhlas dalam menuntut ilmu, sehingga ilmu yang kita dapatkan adalah ilmu yang barokah dan bermanfaat. Di samping itu jangan sampai lupa dengan doa orang tua khususnya ibu kita, agar segala hajat dan niat kita tercapai,”imbuhnya.
TGKH Atsani, juga meminta kepada santri NW tetap berbakti kepada orang tua, guru dan pimpinan agar apa yang kita lakukan mendapat kebarokahan.
“Tetap kompak, utuh bersatu, untuk kejayaan Islam dan Nahdlatul Wathan,”pungkasnya. (vin/adv)