Lombok Tengah, suararinjani.com – Peletakan Batu Pertama proyek pembangunan unit Pusat Pengendalian Operasional (PusdLops) tepatnya pembangunan berada di halaman depan gedung kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombbok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kab.Loteng, Prov.NTB) dilakukan langsung Bupati Loteng, Kamis (05/12).
Adapun pembangunan unit Pusdalops yang notabene merupakan salah satu sarana atau fasilitas yang keberadaannya diniliai penting dikarenakan nantinya sebagai tempat untuk melakukan berbagai kegiatan terkait penanggulangan apabila bencana alam terjadi khususnya di wilayah Kab.Loteng.
Demikian di sampaikan langsung Bupati Loteng, H.L.Pathul Bahri, S.IP., saat itu usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusdalops di kantor BPBD Loteng. Dimana, antara lain keberadaan bangunan Pusdalops nantinya apabila ada suatu persoalan terkait bencana maka oleh pihak – pihak terkait akan menggelar kegiatan di Pusdalops.
“ Jika ada sesuatu yang terjadi menyangkur musibah atau bencana, maka untuk melakukan berbagai terkait hal itu tadi pihak terkait di lintas Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) akan berkumpul disini,” ungkap Bupati.
Lebih jauh dikatakan, keberadaan unit Pusdalops di BPBD Loteng tidak hanya sebatas mendirikan bangunannya saja,. Melainkan juga include dilengkapi berbagai peralatan sarana prasarana penunjang kegiatan. Untuk keseluruhan biaya yang dibutuhkan sambung Bupati, berkisar Rp.2 Miliar.
“Sementara untuk pembangunannya dianggarkan sebesar kurang lebih sekitar Rp.2 Miliar. Jumlah anggaran ini secara keseluruhan sudah termasuk biaya peralatan sarana prasarana atau berbagai fasilitas penunjang kegiatan yang ada di tenpat ini nantinya,” sambung Bupati menerangkan.
Selanjutnya dikatakan Bupati, besar harapan dengan telah adanya unit bangunan Pusdalops di BPBD Loteng akan dapat mempermudah sekaligus memperlancer berbagai kegiatan. Seperti halnya kegiatan dilakukan terkait penanggulangan darurat terutamanya pada musibah bencana alam yang terjadi di Kab. Loteng.
Ditambahkan Bupati, untuk persoalan sarana dan fasilitas pendukung yang hingga sampai dengan saat ini masih belum juga terpenuhi dimiliiki oleh BPBD Loteng. Diantaranya yakni, baik itu tambahan armada unit mobil tangki hinggga ketersediaan minimnya Sumber Daya Manusis (SDM).
“ Bukan hanya perihal tambahan armada saja. Akan tetapi persoalan maintenance (pemeliharan) itu juga patut kita pikirkan, masih minimnya jumlah personil, serta soal lain yang dirasa masih kurang itu sudah kita diskusikan supaya bjsa untuk kita merealisasikan,” paparnya.
Terakhir menurut Bupati, pentingnya melengkapi sejumlah kebutuhan sarana prasarana yang ada di BPBD Loteng, adalah tidak lain guna memenuhi persyaratan – persyaratan sesuai menurut kelayakan nasionalm Dimana hal tersebut yakni, berupa standar operasional di BPBD Kab.Loteng khususnya.
“ Insha Alloh, hal ini tentunya kedepan akan kita upayakan supaya bisa untuk segera terealisasikan. Untuk usulan permintaan sudah kita layangkan ke pusat, mudah – mudahan tahun depan semua yang kurang untuk menjadi kebutuhan telah dipenuhi pemerintah kita di pusat,” tutup Bupati penuh harap. (ang)