Desa Segala Anyar Loteng Jadi Pilot Project Sekolah Lapang Iklim

Desa Segala Anyar Loteng Jadi Pilot Project Sekolah Lapang Iklim

Lombok Tengah, suararinjani.com – Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kab.Loteng, Prov.NTB), salah satu dari dua desa di wilayah kabupaten setempat yang menjadi pilot project, Sekolah Lapang Iklim (SLI). SLI sendiri merupakan sebuah program yang dilaksanakan oleh Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (Konsepsi) NTB bekerja sama dengan islamic Relief Swedia dan didanai oleh Forum CIV.

Peluncuran Sekolah Lapang Iklim (SLI) ini ketika itu Wakil Bupati Loteng, HM.Nurisah, pada kesempatan beberapa waktu lalu disambut hangat dan cukup meriah oleh Pemerintah Desa (pemdes) Segala Anyar, Kamis (22/02). Ketika itu diijelaskan Wabup, program ini akan fokus pada pembangunan kapasitas dan perbaikan tata kelola ketahanan lokal dalam menghadapi dampak negatif perubahan iklim.

“Dan hasil akhir yang akan dicapai adalah tersedianya ruang bagi kelompok- kelompok marjinal terutama perempuan dan petani miskin komoditi tanaman pangan,” jelasnya.

Dalam rangka menudukung pencapaian tujuan maka Konsepsi telah melaksanakan studi lapangan (survey) dalam hal mengidentifikasi kesenjangan dan kebutuhan penanganan inklusif pada sejumlah aspek isu terkait dengan dampak perubahan iklim pada sektor pertanian di dua lokasi program. Khususnya pada aspek kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi Sosial (Gedsi).

Adapun survey ini melibatkan hampir 80 orang responden kepala rumah tangga perempuan, penyandang disabilitas, dan individu rentan lain serta ditambah dengan wawancara mendalam terhadap para pengemban tugas (pemangku kebijakan) di tingkat desa. Salah satu bentuk adaptasi dampak negatif perubahan iklim adalah penyelengaraan Sekolah Lapang Iklim ditingkat masyarakat petani.

“Dimana Kab.Loteng sendiri sebagian besar lahan pertaniannya merupakan tadah hujan, sehingga tujuan dari program ini adalah sebagai upaya untuk membangun ketahanan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim,” terangnya.

Disebut Sekolah Lapang Iklim lanjut Wabup, tidak lain untuk memastikan kapasitas para petani umumnya bertani dengan metode konvensional dapat berubah menjadi petani yang sadar dan terampil membaca tanda-tanda iklim. Dengan begitu maka petani pun dapat memutuskan kapan jadwal menanam ataupun jenis bibit yang akan ditanam.

Kepala Desa Segala Anyar, Ahmad Zaini, ikut menanggapi dengan mengatakan, seperti diketahui Konsepsi NTB telah mengimplementasikan program penanganan inklusif menuju ketahanan berbasis ekosistem dalam menghadapi ancaman iklim sudah berlangsung sejak bulan Juli 2023.

“Syukur alhamdulillah, dari dua desa yang ada di Kab.Loteng desa Segala Anyar menjadi Pilot Project program SLI ini,” syukurnya.

Penentuan Desa Segala Anyar sebagai desa Pilot Project telah melalui assesment oleh Konsepsi NTB. Menginga wilayah Loteng tergolong memiliki resiko dampak negatif perubahan iklim sangat tinggi, yang mana menurut dokumen Pembangunan Berketahanan Iklim (PBI) Nasional yang diterbitkan oleh Bappenas. Kab.Loteng menjadi salah satu dari lima kabupaten super prioritas aksi ketahanan iklim sektor pertanian. (ang)

Bagikan Berita

Share this post