Harga Gabah Mulai Turun, Harga Beras Masih Tinggi

Harga Gabah Mulai Turun,  Harga Beras Masih Tinggi

Lombok Tengah, suararinjani.com – Dinas Pertanian Lombok Tengah mencatat musimpanen padi tiba tahun ini. Ada sekitar 2.000hektare tanaman padi yang sudah dipanen. Ironisnya, harga gabah sudah mulai turun akan tetapi harga beras saat ini masih tinggi.
Demikian Kabid Perekebunan Dinas Pertanian Lombok Tengah, Zaenal Arifin, di tempat kerjanya, Jum’at (15/03) lalu, mengatakan, petani sudah mulai panen padi di beberapa kecamatan. Hasil panen padi petani juga cukup bagus meski harga gabah mulai menurun jika dibandingkan dengan sebelum – sebelumnya. “Dari 52.000 hektare tanaman padi kita, sekitar 5 persen atau sekitar 2.000 hektare sudah panen. Yang banyak panen di Kecamatan Praya Barat, Praya Tengah dan di wilayah utara seperti Batukliang dan Batukliang Utara dan harga gabah sudah mulai turun,” ungkapnya.
Adapun pihaknya mencontohkan, saat ia turun di Kecamatan Praya Tengah harga gabah kisaran Rp 500.000 sampai Rp 550.000 per kuwintal dan setiap hari mengalami penurunan. Padahal sebelumnya harga gabah sempat diangka Rp 750.000 sampai Rp 800.000 per kuwintal. “Yang jelas harga gabah turun tapi harga beras masih tinggi. Kaitan dengan penyebab masih tingginya harga beras maka bisa ditanya ke instansi terkait yakni dinas Perindustrian dan Perdagangan,” terangnya.
Hanya saja, pihaknya memastikan jika harga gabah saat ini terus mengalami penurunan maka secara otomatis harga beras juga kedepan akan terjadi penurunan. Di satu sisi harga beras masih mahal karena petani baru panen. Untuk tahun ini, petani juga telat menanam padi sehingga mereka panen bulan Maret. Berbeda dengan tahun sebelumnya, petani pada musim tanam satu ini biasanya panen bulan Februari.
“Kalau tahun lalu bulan Februari kita sudah mulai panen dan tahun ini telat karena memang pengaruh dari elnino yang membuat para petani telat menanam padi. Jadi meski sekarang harga gabah sudah turun tapi harga beras masih tinggi karena petani baru panen, karena seharusnya pada Februari sudah banyak yang panen jika belajar dari tahun sebelumnya,” paparnya. (ang)

Bagikan Berita

Share this post