Loteng Luncurkan Gerakan Serentak Cegah Pernikahan Dini di Sekolah

Loteng Luncurkan Gerakan Serentak Cegah Pernikahan Dini di Sekolah

Edukasi Interaktif Bersama Wakil Bupati dan Forum Anak Menyasar Pelajar SMP se-Praya Timur

Lombok Tengah, suararinjani.com – Upaya mencegah terjadinya pernikahan dini di kalangan remaja terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Kab. Loteng),  pada Sabtu (02/08).

Kegiatan bertajuk Launching Pencegahan Pernikahan Dini digelar secara serentak di tujuh sekolah menengah pertama di Kecamatan Praya Timur, dengan SMPN 1 Praya Timur sebagai pusat kegiatan utama.

Adapun kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Loteng, Dr. H. M. Nursiah, bersama Sekretaris Daerah, H. Lalu Firman Wijaya, Turut hadir pula sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Praya Timur, Kepala Puskesmas Mujur, pimpinan Bank NTB Syariah Cabang Praya, Forum Anak Lombok Tengah, serta para finalis Putri Mandalika.

Dalam sambutannya, Wabup menyapa para pelajar dengan pendekatan yang hangat dan interaktif. Ia mengajak siswa-siswi berdiskusi mengenai bahaya pernikahan dini, menyisipkan pertanyaan-pertanyaan reflektif kepada para peserta, seperti:

“Kenapa pernikahan dini tidak boleh dilakukan?” Jawaban terbaik dari para siswa langsung diganjar hadiah oleh orang nomor dua di Loteng tersebut.

“Anak-anak harus berani bermimpi tinggi, fokus mengejar pendidikan, dan jangan biarkan masa depan kalian dikorbankan oleh pernikahan yang terlalu dini,” pesan Wabup Nursiah disambut tepuk tangan meriah dari peserta.

Setelah sesi diskusi bersama Wabup, giliran Forum Anak tampil di depan peserta. Melalui orasi dan sesi edukatif, mereka menjelaskan secara mendalam dampak negatif pernikahan anak, baik dari segi kesehatan, pendidikan, maupun psikologis. Dalam orasi yang penuh semangat, mereka menegaskan bahwa anak-anak Lombok Tengah berhak untuk tumbuh dan berkembang tanpa dibebani risiko pernikahan dini.

Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, sektor kesehatan, lembaga keuangan, dan masyarakat sipil dalam melindungi generasi muda Lombok Tengah dari praktik yang mengancam masa depan mereka. (ang)

Bagikan Berita

Share this post