HULTAH AKBAR KE-90 MADRASAH NWDI DAN 4 SUNNAH HASANAH

HULTAH AKBAR KE-90 MADRASAH NWDI DAN 4 SUNNAH HASANAH

Oleh; Dr. H. M. Mugni Sn., M. Pd., M. Kom. (Dosen IAIH NW Lotim/ UNW Mataram)

 

Dalam satu kesempatan mengikuti kegiatan organisasi Nahdlatul Wathan seorang aktivis/tokoh NW mengatakan, “Apa yang telah dilaksanakan oleh Almagfurullah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid saat masih hayat harus kita lanjutkan dan tingkatkan kualitasnya serta kita juga harus, terus, berinovasi untuk memperluas manfaat Nahdlatul Wathan untuk umat. Itulah hakikat dari ilmu dasar Nahdlatul Wathan, yakni Nahdlatul Wathan fil khair-Nahdlatul Wathan fastabiqul khairat”.

Salah satu kegiatan yang selalu dilaksanakan saat Maulana Syaikh masih hayat yakni memperingati hari lahirnya Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah  (NWDI) yang dikenal dengan HULTAH NWDI. Madrasah NWDI adalah madrasah pertama yang didirikan oleh Maulana Syaikh pada tanggal 22 Agustus 1937 setelah kembali dari belajar di Madrasah Sholatiyah Makkah.  HULTAH NWDI terakhir yang diikuti oleh Maulana Syaikh adalah HULTAH Ke-61 tahun 1997 di  Pancor Lombok Timur karena pada tanggal 21 Oktober 1997 Maulan Syaikh wafat dan pada hari Rabu, 22 Oktober 1997 dimakamkan di kompleks Musholla Alabror Pancor.

Pada tahun 2015 Presiden RI Jokowi menetapkan Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober yang diinspirasi dari Resolusi Jihad yang difatwakan oleh Hadiratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari yang memotivasi perlawanan sengit Santri dan rakyat Jawa Timur melawan penjajah yang ingin kembali menjajah NKRI yang telah diplometkan merdeka pada 17 Agustus 1945. Perlawanan di Surabaya atas Resolusi Jihad melahirkan 10 Nopember ditetapkan  sebagai Hari Pahlawan.

Peringatan Hari Santri bagi Santri Nahdlatul Wathan lebih difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bernuansa keagamaan, yakni memanjatkan doa untuk seluruh arwah para pahlawan Santri yang telah berjuang dalam berbagai bidang. Santri Nahdlatul Wathan saat Hari Santri menyelenggarakan doa nasional dengan membaca Hizib Nahdlatul Wathan. Hizib Nahdlatul Wathan adalah kumpulan doa yang disusun oleh Al Magfurullah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang dibaca oleh Santri Nahdlatul Wathan minimal sekali sepekan pada malam Jumat secara berjamaah.

Sejak HULTAH Ke-62 NWDI tahun 1998, peringatan HULTAH NWDI dilaksanakan 2 kali tiap tahun oleh 2 pihak, yakni pihak yang mendukung Ummuna Hj Siti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid sebagai Ketua Umum PBNW dan pihak yang menolak. Pihak yang mendukung memperingati HULTAH NWDI di Lapangan Aikmel dan akhirnya menetap di Anjani sejak HULTAH Ke-65. Sedangkan pihak yang menolak tetap memperingati HULTAH NWDI di Pancor. Kedua belah pihak dengan mengatasnamakan PBNW.

Sejak HULTAH KE-87 NWDI tahun 2022 Pengurus Besar Nahdlatul Wathan yang merupakan kelanjutan dari kepengurusan yang dipimpinan oleh Ummuna menggunakan istilah HULTAH MADRASAH NWDI karena pada tanggal 23 Maret 2021 di Pulau Lombok  telah lahir organisasi kemasyarakatan dengan nama Organisasi NWDI (Nahdlatul Wathan Diniyah Isamiyah). Untuk membedakan NWDI sebagai nama madrasah pertama yang didirikan oleh Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dengan nama organisasi kemasyarakatan maka PBNW menetapkan istilah HULTAH MADRASAH NWDI.

Dalam perjalanan HULTAH MADRASAH NWDI ditemukan istilah AKBAR. Dari pengalaman mengikuti HULTAH MADRASAH NWDI saat Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid masih hayat dan dokumen-dokumen yang ditemukan istilah AKBAR itu digunakan pada tiap kelipatan lima. Artinya pada angka….60, 65, 70, 75, 80, 85 , 90 dan seterusnya. Pada tahun 2025 diperingati HULTAH Ke-90 Madrasah NWDI. Angka 90 adalah kelipatan lima dalam ilmu matematika maka digunakan istilah HULTAH AKBAR KE-90 MADRASAH NWDI.

Pada peringatan HULTAH AKBAR KE-90 MADRASAH NWDI yang acara puncaknya pada hari Ahad, Rabiul Akhir 1447 H / 12 Oktober 2025 di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur NTB. Acara puncak ini dihadiri oleh Ulama Tanah Haram Syaikh Mustafa, Meteri Haji dan Umrah KH Irfan Yusuf Hasyim Asyari, Gubernur NTB, H. L. M. Ikbal, Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah H.L.Fathul Bahri dan H. M. Nursiah, dan tamu undangan lainnya serta Pengurus Nahdlatul Wathan dari seluruh negeri. Dalam peringatan HULTAH AKBAR KE-90 MADRASAH NWDI setidaknya ada 4 (empat) sunah hasanah yang lahir untuk semakin semaraknya rangkaian acara yakni :

(1) Lari Marathon

Lari marathon salah satu kegiatan memeriahkan HULTAH AKBAR KE-90 MADRASAH NWDI yang sebelumnya belum pernah diadakan oleh panitia. Ini inovasi dan sunah hasanah yang layak untuk dilanjutkan pada HULTAH-HULTAH yang akan datang. Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (HIMMAH NW) sebagai pelaksana perlu berinovasi untuk memperbanyak peserta dengan memperbanyak kategori dan lokasi pelaksanaan di beberapa Kabupaten/Kota di NTB atau lokasi bergiliran di kabupaten/kota sekalipun acara puncak HULTAH MADRASAH NWDI di Kabupaten Lombok Timur.  Lari marathon HULTAH MADRASAH NWDI dapat dijadikan salah satu event tahunan untuk melatih dan melahirkan atlet-atlet marathon untuk menjadi juara pada event-event lari marathon di berbagai tingkat. Para atlet akan menyiapkan diri bahwa ada event tahunan sebagai ajang training yakni MARATHON HULTAH MADRASAH NWDI.

(2) Jalan Sehat

Panitia HULTAH AKBAR KE-90 MADRASAH NWDI juga melaksanakan kegiatan jalan sehat yang sebelumnya belum pernah diadakan. Jalan sehat mendapat sambutan yang sangat antusias dari masyarakat. Pelaksanaannya di Kota Mataram. Ini sangat tepat untuk memperluas syiar kegiatan menyambut HULTAH MADRASAH NWDI. Jalan sehat layak dijadikan kegiatan tetap peringatan HULTAH MADRASAH NWDI. Untuk memperbanyak peserta panitia dapat mengajukan permohonan formal ke pemerintah daerah agar anak-anak sekolah dan ASN untuk ikut berpartisipasi. Permohon dapat diajukan kepada bupati/walikota sebagai peserta tingkat SD/SMP dan ke Gubernur untuk peserta tingkat SMA/SMK serta Kakanwil Kementerian Agama untuk tingkat Madrasah. Untuk tidak mengganggu kegiatan pembelajaran waktu pelaksanaanya pada hari Ahad.

 

 

(3) Waktu Pawai Alegoris Dimajukan

Selama ini Pawai alegoris HULTAH MADRASAH NWDI dimulai dilepas dari lokasi start pada pukul 14.00 WITA.  Dengan peserta yang sangat banyak sering kali peserta pawai banyak yang tidak sempat melintas di panggung penghormatan karena telah tiba waktu magrib. Mereka yang tidak sempat melintas atau yang melintas menjelang magrib dapat dipastikan tidak dapat sholat ashar. Hal ini yang selalu menjadi keresahan panitia dan tokoh-tokoh Nahdlatul Wathan. Berbagai konsep ditawarkan, seperti pawai diadakan 2 hari yakni H -2 dan -1. H -2 untuk kalangan pelajar dan H -1 untuk jamaah. Tawaran tidak dapat disepakati karena di samping pawai bahwa peserta pawai juga harus mengikuti acara puncak HULTAH MADRASAH NWDI, yakni pengajian tahunan Nahdlatul Wathan. Bila pawai 2 hari maka peserta yang pawai pada H -2 akan menginap 2 hari di medan HULTAH ini menjadi masalah. Panitia HULTAH Akbar ke-90 Madrasah NWDI mencoba mengambil keputusan bahwa pawai harus dimulai lebih awal, yakni dilepas di lokasi start jam 11.00 WITA. Rencana dapat berjalan dengan baik peserta dilepas jam 11.00 WITA dan pas jam 1 melintas di panggung penghormatan.

Peserta pertama melintas jam Satu di panggung penghormatan dan peserta terakhir melintas pas pukul 17.00 WITA. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa seluruh peserta dapat sholat Zuhur dan sholat Ashar. Peserta yang dilepas pada pukul 11.00 WITA. dan melintas pada fase awal di panggung penghormatan dapat sholat Zuhur pasca pawai dan peserta yang melintas belakangan dapat sholat Zuhur dulu baru diberangkatkan dari garis start. Dan, seluruh peserta dapat sholat ashar pasca pawai tuntas. Untuk lebih awal peserta pertama melintas di panggung penghormatan maka para tamu undangan dapat lebih awal berada di panggung penghormatan dengan sholat Zuhur di arena panggung penghormatan. Area panggung penghormatan dapat di desain lebih luas lagi untuk tempat sholat Zuhur. Seperti dimaklumi bahwa area panggung penghormatan masih terbuka untuk diperluas karena tanah kosong di samping panggung penghormatan masih sangat cukup untuk diperluas menjadi tempat sholat Zuhur / Asar dan kamar mandi untuk berwudhu. Ini menjadi catatan bagi panitia untuk lebih nyaman dan suksesnya Pawai Hultah Madraash NWDI pada tahun-tahun yang akan datang.

(4) Syafaah Diawali Membaca Yasin dan selesai Pukul 13.00 WITA

Salah satu harapan dari Jamaah Acara Puncak Hultah Madrasah NWDI supaya selesai paling lambat jam 13.00 Wita supaya sholat Zuhur tidak molor. Pada Hultah Akbar ke-90 Madrasah NWDI hal ini benar – benar terlaksana. Panitia telah menghitung berapa menit yang dipergunakan oleh tiap pembicara. Panitia menyampaikan ketentuan ini kepada setiap pembicara. Alhamdulillah semua pembicara menaati. Bahkan Maulana Syaikh HANZANWADI II selaku Ketua Umum PBNW melaksanakan. Satu kebanggaan bagi warga Nahdlatul Wathan. Dan satu hal yang baru acara syafaah yang selalu menjadi acara terakhir peringatan HULTAH MADRASAH NWDI sebelum pembacaan doa pusaka diawali dengan Pembacaan Surah Yasin. Ini sunnah hasanah yang harus dilaksanakan untuk Hultah-Hultah yang akan datang. Sudah baca Yasin selesai tepat jam Satu.  Luar biasa !

Inilah empat catatan penting dalam pelaksanaan HULTAH AKBAR KE-90 MADRASAH NWDI tahun 2025. Mungkin ada yang lain yang tidak terekam oleh penulis kiranya akademisi Nahdlatul Wathan dapat menulisnya untuk menjadi referensi generasi Nahdlatul Wathan masa depan.

 

Wallahualam bissawab.

Bagikan Berita

Share this post