Lombok Timur, suararinjani.com – Kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Batuyang Kecamatan Pringgabaya, dan semua wali murid menyampaikan keprihatinannya terkait keberadaan sekolah yang sejak genpa bumi Lombok 2018 lalu hingga saat ini masih berada di Huntara (Hunian Sementara).
Sementara Huntara yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta itu kian hari kian memperihatinkan. Mengingat kondisi bangunan Huntara yang dijadikan sekolah sudah hampir 6 Tahun tanpa perbaikan.
“Kami sering tambal dengan triplek, tapi rusak lagi,”tutur Kepala SDN 2 Batuyang , Zohroh pada Kamis, (27/09).
Zohroh menambahkan sebelum gempa bumi Lombok, siswa yang ada berkisar antara 160 hingga 180 orang. Namun saat ini setelah sekitar 6 tahun lamanya para peserta didik belajar di Huntara, jumlah mereka semakin berkurang bahkan hingga 50 persen. Atau tinggal tersisa 80 an Siswa.
“Sekarang sudah setengahnya, sudah banyak yang pindah, murid kelas 1 saja tahun ini cuman 12 orang”, terangnya.
Ia menambahkan wali murid ragu untuk memasukkan anaknya sekolah ke SDN 2 Batuyang karena kondisinya yang terbilang memperihatinkan.
“Coba berkunjung kesana (SDN 2 Batuyang _red) lihat sendiri bagaimana lokasinya. Bantuan dari Pemda DKI pada saat itu dibawa oleh Bapak Anies Baswedan. Sekarang sudah berapa tahun? Sudah banyak jebol, sering kami tambal pakai triplek, jadi memang sarprasnya memperihatinkan,” tuturnya.
Sementara diakuinya meskipun demikian kondisi sekolah, loyalitas tenaga pendidik tetap berjalan lancar. Namun di ujung pembicaraan dia mewakili guru guru yang ada berharap apa yang menjadi harapan semua wali murid di sekolah itu bisa terwujud.
Atas nama tenaga pendidik, dia berharap SDN 2 Batuyang segera dibangun, sehingga seperti tahun tahun sebelumnya banyak orang tua/wali murid yang mau mendaftar atau menyekolahkan anaknya.
“Harapan kami semua sama, semoga dalam waktu dekat bisa dibangun kembali”, pintanya.
Nurhayati, perwakilan wali murid SDN 2 Batuyang mengatakan anak – anaknya sudah mulai tidak nyaman belajar di sekolah tersebut. Oleh karena itu jika pengerjaan fisik sekolah masih di tunda berlarut larut dan belum ada kepastian, dia mengancam akan memindahkan anaknya ke sekolah yang lain.
“Kita inginkan sekolah segera bangun bila perlu sebelum 2024, biar (anaknya_red) gak di ejek soalnya tetap dia di ejek sama teman temannya yang lain sampai kelahi. Tapi kalau dibiarkan berlarut larut maka kemungkinan kami akan pindahkan ke sekolah lain”, tandasnya.
Menanggapi hal itu Kadis Dikbud Lotim, Izzuddin saat dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa segala apa yang menjadi persyaratan sudah diajukan ke Pemerintah Pusat. Namun hingga saat ini pihaknya masih menunggu untuk proses Verifikasi. “Kami sudah berusaha maksimal, dan insyaAllah tetap menjadi perhatian kita”, ungkap Izzuddin.
Disamping itu, tambah dia semua laporan Terkait penanganan sekolah terdampak bencana seluruhnya sudah kirimkan E – Proposalnya oleh Dinas Dikbud Lotim untuk diteruskan ke BPPD lalu berlanjut oleh BPBD Lotim dibawa ke Pusat.
“Semoga didengar oleh Pemerintah pusat, karena sudah lama berproses, sejak tahun 2021, dan secara administratif tugas kita sudah selesai mengajukan seluruh dokumen persyaratan usul ke Pemerintah pusat dan berkali kali diverifikasi, kita hanya menunggu sampai tahun ini,”pungkasnya.(Yat)
6 Tahun di Huntara, Wali Murid SDN 2 Batuyang Harapkan Sekolah Segera Dibangun