Sebanyak 1.228 Siswa Baru Pontren Syaikh Zainuddin NW Diserahterimakan

Sebanyak 1.228 Siswa Baru Pontren Syaikh Zainuddin NW Diserahterimakan

Lombk Timur suararinjani.com – Sebanyak 1.228 siswa/siswi baru tahun pelajaran 2023-2024 terdaftar di beberapa madsarah dan sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan  Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani. Sebagai sebuah tradisi sejak hayat pendiri organisasi NW almagfurulah  Maulana al-Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, sebelum mulai belajar dilakukan serah terima siswa/santri baru dengan istilah ‘Nyerah Mayung Sebungkul’ (menyerahkan siswa secara total ke madrasah red).

Acara serah terima  siswa baru itu dilaksanakan di Majlis Dakwah Hamzanwadi II, pondok pesantren setempat, pada Ahad (16/08). Siswa baru tersebut diserahkan oleh perwakilan wali santri dan langsung diterima Ketua Yayasan, Ummuna Hj St Raihanun Zainuddin Abdul Madjid, dan Sekretaris Yayasan, TGKH LG Muhammad Zainuddin Atsani yang disaksikan seluruh kepala madrasa/sekolah dan dewan asatis/guru.

Ribuan santri baru tersebut tersebar di 11 lembaga pendidikan dari TK-MA. Adapun rincian santri baru itu antara lain, TK Syaikh Zainuddin NW berjumlah 39 orang, MI Syaikh Zainuddin NW sebanyak 42, MTs. Muallimin NW sebanyak 195 orang, MTs. Muallimat NW sebanyak 174 orang  SMP NW sebanyak 40 orang, MA Muallimin NW sebanyak 190 orang, MA Muallimat NW sebanyak 143 orang, MAPK Syaikh Zainuddin NW sebanyak 225 orang, MAK Hamzanwadi II sebanyak 88 orang, SMA NW sebanyak 25 orang dan SMK NW sebanyak 67 orang.

Dalam sambutannya, Sekretaris Yayasan Pontren Syaikh Zainuddin NW, TGKH LG Muhammad Zainuddin Atsani, mengungkapkan bahwa acara serah terima ini adalah peninggalan ajaran almagfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pada masa hayatnya. Dimana, beliau setiap tahun ajaran baru pendidikan selalu mengadakan kegiatan serah terima santri baru yang dikenal dengan ‘Nyerah Mayung Sebungkul’ oleh orang tua kepada sang guru dengan ikhlas untuk digembleng menjadi anak yang sukses).

“Tradisi inilah yang kita lanjutkan untuk mengambil berkah dari beliau dan Ummuna Hj St Raihanun Zainuddin Abdul Madjid, sebagai pendiri Ponpes Syaikh Zainuddin Anjani ini. Jadi untuk memulai belajar orang tua harus menyerahkan anaknya secara ikhlas untuk diajar, dididik, dibina menjadi pejuang agama dan NW,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan kepada para santri baru untuk mulai memperbaiki niatnya menuntut ilmu semata karena Allah SWT.,  bukan karena yang lain, karena dengan kemurnian niat itulah kita mendapatkan kebarokah ilmu itu sendiri.

“Mari anak-anakku memulai dari hati yang ikhlas dalam melakukan berbagai kegiatan, apalagi menuntut ilmu harus dengan hati ikhlas, bersih dan harus istiqomah. InsyaAllah akan mencapai kesuksesan yang hakiki,” ucapnya.

Rektor IAIH NW Lotim juga mengingatkan harus kita terus berjuang menghidari hal-hal yang buruk dalam hidup kita. Tetaplah menjaga ilmu dan hati dan harus kita punya kemauan untuk berubah ke arah lebih baik.

“Ilmu yang barokah itu bukan dilihat dari kepintaran maupun kecerdasannya, akan tetapi kebarokahan itu terpancar dari kehidupan sehari-hari dan kebermanfaatan kepada ummat,”pungkasnya. (vin)

Bagikan Berita

Share this post